Tampilkan postingan dengan label Jagat Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagat Raya. Tampilkan semua postingan

Astronom Temukan Planet Berlian




Sebuah bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang ternyata merupakan planet berlian. Menurut ilmuwan, planet yang ukurannya dua kali dari bumi ini seluruh permukaannya ditutupi belian.

Planet berbatu yang dikenal dengan nama 55 Cancri e ini mengorbit di sebuah bintang mirip matahari di rasi Cancer. Planet ini bergerak begitu cepat sehingga setahun waktu di sana setara 18 jam di bumi.

Planet yang ditemukan oleh tim riset Amerika Serikat-Prancis ini memiliki ukuran dua kali lipat dari bumi, tapi massanya delapan kali lebih besar. Planet ini memiliki kepadatan yang sama seperti bumi, meskipun planet berlian yang diamati sebelumnya terlihat jauh lebih padat. Planet ini juga sangat panas, dengan suhu di permukaannya mencapai 1.648 derajat Celsius.

"Permukaan planet ini kemungkinan tertutup grafit dan berlian, bukan air dan granit," kata Nikku Madhusudhan, peneliti Yale, yang temuannya dijadwalkan akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters.

Penelitian--yang dilakukan bersama dengan Olivier Mousis di Institut de Recherche en Astrophysique et Planetologie di Toulouse, Prancis--memperkirakan bahwa setidaknya sepertiga dari massa planet setara dengan sekitar tiga kali massa bumi, yang bisa jadi adalah berlian.

Planet berlian telah terlihat sebelumnya, tapi ini adalah pertama kalinya seseorang melihat sebuah bintang mirip matahari dan dipelajari secara terperinci. Madhusudhan menambahkan, planet ini kaya karbon yang berarti planet berbatu jauh tidak bisa lagi dianggap memiliki kandungan kimia mirip bumi.

David Spergel, seorang astronom di Universitas Princeton, mengatakan, relatif sederhana untuk bekerja di luar struktur dasar dan sejarah bintang begitu tahu massa dan usianya. "Planet jauh lebih kompleks. Penemuan planet ini hanya satu contoh untuk kemudian bisa mengeksplorasi planet-planet lain terdekat dengannya," katanya.

"Terdekat" adalah sebuah konsep yang relatif dalam astronomi. Dekat bisa berarti melakukan perjalanan sekitar 40 tahun cahaya, atau 378 triliun kilometer, untuk mencapainya.
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Cinta Segi Tiga di Rasi Virgo


Spica terlibat cinta segitiga dengan Saturnus dan Luna. Ketiganya mengadu pada Virgo, sang perawan. Entah apa yang dikatakan Virgo, tapi yang jelas Luna kemudian menjauh dari Spica dan Saturnus. Patah hatikah Luna? Entahlah.....

Di pertengahan bulan April ini, tampak jelas di langit malam sisi timur sedikit ke tenggara, tiga benda langit membentuk titik-titik sudut segitiga. Spica - Saturnus - Bulan (Luna). Cahaya yang terpancar dari ketiganya
turut meramaikan langit malam bersama taburan bintang lain yang berwarna-warni. Beberapa titik cahaya terlihat kemerahan, putih terang, atau kebiruan. Apalagi memasuki minggu ke-2 April (sekitar tanggal 6 - 8 April 2012), bulan berada dalam fase purnama. Spica akan terbit lebih dulu sekitar pukul 18.30 WIB, disusul Saturnus beberapa menit kemudian, terakhir Bulan dengan jarak waktu yang kian lama.

Posisi Spica-Saturnus-Bulan per tanggal 7 April 2012 (kredit : stellarium)

Posisi Spica-Saturnus-Bulan per tanggal 8 April 2012 (kredit : stellarium)

"Trio cahaya" ini menghias langit malam dekat rasi Virgo. Salah satu rasi yang termasuk dalam 13 zodiak dalam sistem konstelasi bintang. Virgo sendiri sering dikatakan sebagai "virgin" atau perawan. Dalam mitologi Yunani, diceritakan Virgo adalah putri dari Themis (dewi keadilan). Sosok Virgo digambarkan sebagai seorang dewi yang membawa batang gandum. Bintang utama rasi ini, Spica, dalam bahasa Latin berarti "ear of wheat" (wheat = gandum). Virgo disebut juga sebagai Astraea, atau Persephone putri Ceres. Dalam mitologi Mesir, Virgo dikenal sebagai Isis.

Nama lain Spica adalah Alpha Virginis, merupakan bintang ganda (binary star). Jarak Spica dari bumi yang begitu jauh (260 tahun cahaya), membuat Spica terlihat seperti satu bintang berwarna kebiruan dan terlihat cukup cerlang. Jarak antar bintang dalam sistem bintang ganda Spica ini sekitar 18 juta km dan keduanya saling mengorbit dalam 4 hari. Dalam kelas spektra bintang, Spica merupakan bintang kelas B. Bintang pada kelas ini merupakan bintang panas raksasa bersuhu 11.000 - 25.000 Kelvin. Bintang kelas O dan B termasuk bintang berumur pendek. Bintang-bintang pada kelas inilah yang nantinya meledak menjadi supernova dalam proses evolusinya. Suhu bintang besar Spica sendiri berkisar 22.400 Kelvin dan bintang yang lebih kecil 18.500 Kelvin. Di langit malam, Spica nampak terlihat dekat dengan sebuah bintang raksasa merah bernama Arcturus.

Lantas siapakah Saturnus, yang telah membuat Luna kian menjauh dari Spica?

Dikenal pula sebagai Kronos dalam mitologi Yunani, dan dianggap sebagai pelindung panen. Kronos adalah salah satu Titan (penguasa Bumi sebelum dewa-dewa Olympus) anak dari Uranus dan Gaia (Bumi) yang beristrikan Rea. Dalam astronomi, nama Titan dan Rea turut diabadikan sebagai satelit Saturnus.

Saturnus merupakan planet ke-6 dalam tata surya. Dikenal karena keindahan cincinnya, dan termasuk satu dari lima planet yang bisa dilihat tanpa bantuan teleskop. Cahaya yang terpancar dari planet ini sejatinya adalah cahaya matahati yang dipantulkannya. Ukurannya 9,5 kali bumi dan memiliki banyak sekali satelit (bulan). Saat ini setidaknya tercatat ada 61 satelit alam yang dimiliki Saturnus. Titan adalah satu diantaranya yang memiliki ukuran terbesar (bahkan lebih besar dari Merkurius).

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Gambar 10 Fenomena Bintang yang Menajubkan


1. Garis X-ray Di Supernova Tycho


Gambar ini berasal dari Observasi Chandra yang sangat mendalam dari sisa-sisa super Tycho. X-ray bertenaga rendah (warna merah) memperluas puing-puing ledakan. Sedangkan X-ray warna Biru menunjukkan gelombang ledakan. Supernova seperti ini tidak pernah dilihat sebelumnya.

2. Supernova Casseopia A



Gambar ini menyajikan komposit sinar-X dari Chandra (merah, hijau, dan biru) dan data optik dari Hubble (emas) dari Cassiopeia A, sisa-sisa bintang raksasa yang meledak dalam supernova.

Inset : Sebuah guntingan dari interior bintang neutron, dimana kepadatan meningkat dari kerak (oranye) ke inti (merah) dan akhirnya ke wilayah di mana “superfluida” ada (bola merah dalam).

3. Supernova Sharpnell di Dalam Meteroit


Gambar ini menggabungkan data yang diambil dalam sinar-X. Nicolas Dhaupas, dai Univeritas Chicago, telah menganalisa kejadian ini dan memperkirakan bintang ini sudah berumur 4,5 miliar tahun.

4. Bintang Baru Terbentuk


Dalam gambar ini terlihat, partikel-partikel gas dari bintang yang sudah meledak, kembali bersatu membentuk sebuah bintang yang baru.

5. Inti Bintang yang Hilang


Gambar ini diambil dari teleskop Hubble Tahun 2004, dan ada keanehan, yaitu bintang ini tidak memiliki inti sehinggan berbentuk seperti cincin

6. Meledaknya Perut Sebuah Bintang


Team Astronomi dari Universitas Collorado meneliti hubungan antara bintang yang berbentuk cincin dengan Supernova 1987A.

7. Bintang Melepas Peluru Kosmik


Dalam gambar dapat dilihat ada peluru kosmis terlepas dari sebuah bintang yang meledak.

8. Bangkai Bintang Tersapu Angin


Sebuah gambar baru dari sinar-X Chandra NASA Observatory dan Spitzer Space Telescope menunjukkan debu dari sisa-sisa bintang runtuh.

Gambar komposit G54.1 0,3 menunjukkan sinar-X dari Chandra dengan warna biru, dan data dari Spitzer dalam warna hijau (panjang gelombang lebih pendek inframerah) dan merah-kuning (lagi panjang gelombang inframerah).

Para ilmuwan berpikir bahwa pulsar (sumber putih di tengah) sedang tersapu oleh angin yang memanas sisa debu supernova.

9. Perbandingan Dua Ledakan



Gambar kiri ledakan bintang besar, dan gambar kanan ledakan bintang kecil. Ledakan bintang kecil lebih simetris, sedangkan ledakan bintang besar tidak simetris (asimetris).

10. Ledakan Stellar

 
 
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Tornodo Seukuran 5 Kali Bumi


Tornado merupakan peristiwa alam mematikan yang benar-benar dahsyat di Bumi. Miliaran dolar uang setiap tahunnya dikerahkan untuk membantu kerusakan properti. Tetapi, tornado tersebut masih belum apa-apa ketimbang tornado raksasa jenis baru ini.


Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.
 


Kabar tentang keberadaan tornado ini telah disampaikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional 2012, Kamis (29/3), di Inggris. Dengan kecepatan angin di 186.000 mil per jam, tornado ini benar-benar membuat badai di Bumi terlihat jauh lebih kecil. Badai Terestrial tidak sama persis mendapatkan panas seperti tornado raksasa ini. Suhu Badai surya ini berkisar antara 90.000 dan 3,6 juta derajat Fahrenheit.

Sementara para ilmuwan sudah banyak meneliti tornado matahari besar di masa lalu, yang satu ini merupakan yang terbesar dan mudah diamati. Penyebab badai ini diyakini karena perputaran medan magnet Matahari. (www.apakabardunia.com)

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Ditemukan Bumi Kedua di Tata Surya Asing



Sistem yang memiliki susunan seperti tata surya kita ditemukan seribu tahun cahaya dari Bumi. Temuan oleh para ahli ini menawarkan potensi tempat hidup.

Di tata surya ini, sekelompok planet memiliki susunan serupa tata surya kita. Demikian dikatakan Dr Roberto Sanchis-Ojeda dari Massachusetts Institute of Technology, AS,seperti dikutip Dailymail.

Pada tata surya kita, khatulistiwa matahari dan planet berada pada posisi hampir sejajar, paparnya. Bedanya, di tata surya asing ini, hanya ada tiga planet sedangkan di tata surya manusia ada delapan planet.

Sistem yang diberi nama Kepler-30 ini diketahui aktif secara magnetis dan tertutup bintik bintang.

“Barisan planet ini menawarkan pandangan pada masa depan sains planet luar,” tutup Drake Deming dari University of Maryland, AS.
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

"Nenek Moyang" Galaksi Spiral Ditemukan


(thinkstockphoto)

Secara tidak sengaja, teleskop luar angkasa Hubble menemukan galaksi spiral yang diperkirakan lahir miliaran tahun lalu. Astronom pengguna teleskop ini mengatakan, galaksi tersebut tertangkap Hubble ketika memotret 300 galaksi yang berjarak cukup jauh.

Galaksi spiral yang diberi nama BX442 ini diketahui lahir tiga miliar tahun setelah Big Bang --teori ledakan besar asal mula jagat raya. Namun, bagian dari galaksi ini diperkirakan sudah bertualang di angkasa luar selama 10,7 miliar tahun.

Dari laporan yang dirilis jurnal Nature, Kamis (19/7), ini adalah galaksi spiral pertama yang lahir di jagat raya. Miliaran tahun lebih awal dibanding galaksi spiral lain yang banyak ditemukan saat ini, termasuk galaksi yang dihuni manusia, Bima Sakti.

"Kebijakan sekarang meyakini jika galaksi spiral dengan grand design seperti ini belum muncul di jagat raya di waktu tersebut. Maka fakta adanya galaksi ini sangatlah luar biasa," kata David Law, penulis jurnal laporan ini dan juga peneliti dari Dunlap Institute for Astronomy & Astrophysics, University of Toronto, Kanada.

Ditambahkan kolega Law, Alice Shapley dari UCLA, di awal pembentukan jagat raya, galaksi-galaksi yang ada terlihat aneh dan tidak simetris."Pikiran pertama kami adalah, mengapa galaksi yang ini (BX442) terlihat berbeda dan indah?"

Galaksi yang ada saat ini terbagi menjadi beberapa variasi bentuk. Termasuk Bima Sakti yang berbentuk spiral. Galaksi ini adalah piringan berputar yang terdiri atas bintang dan gas dan membentuk bintang baru. Ada juga galaksi bulat panjang, anggotanya adalah bintang yang lebih tua, lebih merah, dan bergerak secara acak.

Menurut Law dan Shapley, BX442 termasuk galaksi besar jika dibandingkan dengan galaksi lain yang terbentuk di awal pembentukan jagat raya. Dari perhitungan kedua peneliti tersebut, hanya ada 30 galaksi yang sama besarnya dengan BX442.

Untuk lebih mengenal "nenek moyang" galaksi spiral ini, Shapley dan Law menggunakan instrumen spektograf bernama OSIRIS di W.M. Keck Observatory, Hawaii. Keduanya mempelajari spektra dari 3.600 lokasi di dalam dan sekitar BX442.

Riset ini membuktikan jika BX442 adalah murni galaksi spiral. Bukannya dua galaksi yang kebetulan sejajar ketika difoto. Apa yang membuat galaksi dengan bentuk seperti ini umum di masa sekarang, namun amat sangat jarang di masa lampau?

Menurut Law dan Shapley, ada hubungannya dengan galaksi kecil yang ada di dekat BX442 dan interaksi gravitasi antar keduanya. Galaksi kecil akhirnya bersatu dengan BX442 yang memiliki gaya gravitasi lebih besar. Ini menunjukkan bahwa benturan antar galaksi juga lebih sering di masa lampau. Menyebabkan hujan gas yang diserap oleh bintang yang akhirnya terbentuk dengan lebih padat dibanding bintang yang ada saat ini.

"Jagat raya sekarang jauh lebih membosankan dibanding masa awal pembentukan," kata Shapley. Dengan mempelajari BX442, para ahli berharap dapat dijadikan kajian dasar pembentukan galaksi spiral, termasuk pembentukan galaksi Bima Sakti.

Sumber: nationalgeographic.co.id
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Terdapat Lautan di Titan (Bulan Terbesar Planet Saturnus)


DARI 59 satelit alami yang dimiliki Planet Saturnus, satelit terbesarnya, Titan, ternyata memiliki keistimewaan. Di permukaan bulan yang berukuran lebih besar daripada Planet Merkurius itu ternyata terdapat lautan.

Hal tersebut dilaporkan para peneliti, Kamis (28/6) dalam jurnal Science. Mereka berujar terdapat indikasi kuat bahwa Titan memiliki laut asin di bawah permukaan udaranya yang dingin.

Jika benar, Titan tentu akan menjadi satelit yang masuk kategori istimewa dalam tata surya. Karena menjadi bulan yang mengandung air, senyawa penting bagi kehidupan.

Gabriel Tobie dari Universitas Nantes di Prancis menyatakan, hasil penelitian ini terlihat meyakinkan. "Jika analisis ini benar, ini adalah penemuan yang sangat penting," kata Tobie melalui e-mail.

Ilmuwan mendapatkan data dari pesawat ruang angkasa Cassini yang yang terbang di atas Titan sebanyak enam kali antara 2006 dan tahun lalu. Pesawat itu juga mengambil pengukuran gravitasi secara sekilas.

Mereka menemukan ukuran Titan terlihat mengecil dan membesar bergantung pada orbitnya di sekitar Saturnus. Ini menunjukkan adanya laut yang tersembunyi. Karena, jika Titan dipadati batuan dan es, deformasi tersebut tidak akan terjadi.

Sebelumnya, menurut hasil observasi, Titan memang memiliki oase cairan metana yang terhampar di bawah permukaan bulan tersebut. Telah lama pula ada spekulasi bahwa Titan mengandung cairan tersembunyi di lapisannya.

Dugaan tersebut didasarkan pada model matematika dan pengukuran medan listrik yang dibuat oleh pesawat ruang angkasa Huygens pada 2005.

Bukti terakhir memang belum meyakinkan, tetapi para ilmuwan mengatakan itu merupakan hasil terbaik yang bisa didapatkan pesawat antariksa tersebut.

Adapun Saturnus memiliki 59 satelit alami, 48 di antaranya memiliki nama. Satelit yang berukuran cukup besar di antaranya Titan, Rhea, Iapetus, Dione, Tethys, Enceladus, dan Mimas. Titan adalah satelit terbesar dan satu-satunya satelit yang memiliki atmosfer yang tebal.

Sumber: metrotvnews.com
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Tipuan Mata Terbesar di Jagat Raya


Pasti tidak sedikit dari kita bertanya-tanya, apa sih yang sebenarnya menjadi tipuan mata terbesar dialam semesta ini? Ternyata hal ini bukanlah sebuah rahasia, bahkan kita sudah sejak lama menyaksikannya.

Langit pada malam hari adalah sebuah tipuan mata terbesar di jagat raya ini. Loh, mengapa begitu? Itu karena, pada malam hari yang cerah saat anda mengarahkan pandangan ke atas langi tentunya anda akan melihat bintang-bintang bertaburan di angkasa raya. Tapi pernahakah anda bayangkan kalau bintang-bintang yang anda lihat tersebut adalah matahari, seperti matahari yang ada di tata surya kita?

Matahari yang kita miliki diameternya sekitar 200 kali bumi. Isinya adalah gas hydrogen yang sedang bereaksi secara termonuklir menjadi gas helium. Sedangkan bintang-bintang itu ada yang berpuluh-puluh kali atau bahkan beratus-ratus kali lebih besar dibanding besarnya matahari. Yang paling besar pernah ditemukan mencapai sekitar 500 kali matahari, atau setara dengan 100 ribu kali lebih besar dari bumi.

Ukuran yang begitu besar, tapi mengapa kelihatan begitu keci? Ya, semua itu dikarenakan jaraknya yang sangat jauh dari bumi. Contoh, jika dalam ilmu astronomi disebutkan jarak sebuah bintang terdekat dari bumi sekitar 8 tahun cahaya. Maka itu artinya dibutuhkan waktu selama 8 tahun bagi cahaya untuk menuju sebuah bintang. Jadi kalau kita kalkulasikan dalam kilometer dimana kecepatan cahaya adalah 300.000 km per detik. Maka, jaraknya adalah: 8 tahun x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik x 300.000 km = 75.686.400.000.000 km, atau sekitar 75 triliun kilometer. Sungguh jarak yang tak terbayangkan dalam kehidupan kita.

Jumlah bintang yang ada di alam semesta ini triliunan banyaknya, dan disetiap 100 miliar bintang, akan membentuk gugusan yang bernama Galaksi. Gugusan bintang yang kita tempati adalah Galaksi Bimasakti. Di sebelah Bimasakti ada Andromeda dan seterusnya. Ada miliaran galaksi di jagad semesta ini, dan yang lebih dasyat lagi, dari setiap 100 miliar galaksi membentuk gugusan galaksi yang disebut Super-Cluster, dan seterusnya. Jagad semesta sampai saat ini belum diketahui batasannya.


Berapakah jarak gugusan bintang-bintang itu? Bermacam-macam, ada yang berjarak 100 tahun cahaya. Ada yang 1000 tahun cahaya. Ada juga yang 1 juta tahun cahaya. Dan yang paling jauh berjarak 10 miliyar tahun cahaya seperti yang ditemukan oleh ilmuan Jepang.

Jadi pernahkah anda membayangkan, bahwa matahari yang kita lihat ini adalah matahari yang kita lihat 8 menit yang lalu? Ya, itu karena sinar matahari memerlukan waktu 8 menit untuk mencapai bumi kita yang berjarak 150 juta kilometer dari matahari. Berarti, matahari yang kita lihat pada saat itu adalah matahari 8 menit yang lalu, aneh bukan? Hal ini dikarenakan cahaya juga membutuhkan waktu untuk sampai ketempat tujuan.

Tidak berbeda dengan bintang-bintang yang berjarak lebih jauh lagi. Kalau kita sedang mengamati bintang berjarak 100 juta tahun cahaya, maka sebenarnya bintang yang sedang kita amati itu adalah kondisi 100 juta tahun yang lalu.

Jadi dengan kenyataan seperti itu, jika kita memandangi langit malam maka sebenarnya kita bukan melihat langit yang sekarang saja. Tetapi pada saat yang bersamaan kita sedang melihat langit 1000 tahun yang lalu, langit 1 juta tahun yang lalu dan bahkan langit 10 miliar tahun yang lalu. Jadi tipun mata terbesar di jagat raya ini adalah "Langit Malam."

Sumber: forum.vivanews.com
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Mengapa Air Berbentuk Bulat di Ruang Angkasa ?

Salah satu sifat dasar dari zat cair adalah selalu mengikuti bentuk dimana ia ditempatkan. Gaya gravitasi yang ada di Bumi-lah membuatnya selalu menyesuaikan dengan bentuk ruangan di sekitarnya. Namun, hukum fisika tersebut hanya berlaku di Bumi saja. Lalu bagaimana jika air ditempatkan di ruang angkasa?

Sama seperti astronot, satelit, dan objek apapun yang ada di ruang angkasa, air tidak akan mengikuti bentuk wadahnya dan akan selalu berbentuk bulat.

Benda-benda di sekitar Bumi tetap terpengaruh gaya gravitasi meskipun semakain kecil seiring jarak dengan Bumi. Jadi, istilah gravitasi nol sebenarnya kurang tepat. Yang terjadi adalah, objek-objek tersebut jatuh ke Bumi secara perlahan dengan sudut kemiringan yang sangat kecil. Keadaan ini membuatnya kelihatan melayang dan dirasakan sebagai kondisi tanpa bobot.

Cairan yang melayang di antariksa memperoleh tekanan yang relatif sama dari sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan tegangan di permukaan air menjadi sama rata, dan ikatan antar molekul membentuk lapisan terluar yang elastis. Ikatan antar molekul yang merata sama kuat tersebut menjadikan bentuk yang paling efektif, yaitu berupa bulatan. Lantas, bagaimana cara kita jika ingin minum di luar angkasa jika airnya melayang-layang? Ya telan saja, karana gaya peristaltik tenggorokan dan lambung sanggup mengatasinya.


readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Gambar Cap Jempol Raksasa Misterius di Planet Mars

Gambar yang cap jempol raksasa di plaenet Mars
Jika benar itu adalah gambar sebuah cap jempol raksasa, lantas sebesar apakah kira-kira mahluk pemeilik jempol tersebut? Mungkin seperti itulah yang terlintas dalam pikiran anda. Tapi tunggu dulu, ternyata objek tersebut bukanlah sebuah cap jempol dari raksasa, melainkan sebuah gambar yang berhasil diambil dari sebuah Teleskop milik NASA yang mengabadikan sebuah lokasi di Planet Mars. gambar itu di ambil menggunakan metode High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE). Menurut para peneliti hal ini diprediksi terjadi karena sebuah perubahan siklus alam dan cuaca disana dalam kurun waktu yang sangat panjang.

Para peneliti planet merah tersebut memperkirakan dalam kurun waktu yang panjang tersebut, di sana terdapat semacam kehidupan, tapi para peneliti tidak merincikan kehidupan seperti apa yang dimaksud. Gambar ini diambil di sebuah lokasi Coprates Mars yang menandakan hal itu terbentuk dari sedimen proses air menguap lalu mengering. (Mail Online)

Gambar yang diperbesar
Gambar yang diperbesar
Dari gambar di atas, terlihat seperti bekas sungai-sungai yang telah mengering, dan bekas arus air yang mengalir.

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

di Mars Tidak Mungkin Ada Kehidupan


Studi terbaru dari sekelompok peneliti internasional menyimpulkan bahwa Mars tidak dapat didiami karena kegersangannya.

Menurut hasil studi yang berlangsung dalam tiga tahun terakhir ini, permukaan planet telah tandus untuk kurun waktu 600 juta tahun. Permukaan Planet Mars dipastikan merupakan tempat yang tidak memungkinkan untuk menopang kehidupan dalam bentuk apapun.

Bukti temuan endapan es yang juga didapatkan dari penelitian, menunjukkan si planet merah memiliki air atau lautan pada periode lebih dari tiga miliar tahun yang lalu.

Studi itu berdasarkan data yang diambil Phoenix, pesawat robotik yang mendarat di Mars pada Mei 2008 lalu. Sampel tanah yang digali oleh lengan robot dengan mikroskop optik untuk melihat partikel yang lebih besar dari butir pasir dan mikroskop atom untuk mendapat citra tiga dimensi partikel yang berukuran lebih kecil, kemudian dianalisis.

Ternyata komposisi tanah liat dalam tanah Mars sangat kecil, kurang dari 0,1 persen dari total komposisi. Tanah liat adalah indikator penting adanya peranan air pada tanah. Di Bumi, komposisi tanah liatnya mencapai 50 persen atau lebih.

Tentu sangat sulit bagi kehidupan untuk mampu bertahan di permukaan yang demikian kering. Walaupun tanah yang diteliti hanya bagian dari satu area namun telah dikonfirmasi dari studi sebelumnya kalau tanah di seluruh Planet Mars sejenis.

Dr Pike dari Imperial College London, Inggris yang mengepalai studi berpendapat, misi-misi Mars berikutnya--yang sudah dicanangkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) maupun Badan Antariksa Eropa (ESA)--perlu lebih kerja keras mencari bukti kehidupan di tempat ini. 

"Meski terbukti juga pernah ada air yang terbentuk di Mars, tapi kekeringan hebat juga dialami Mars untuk waktu ratusan juta tahun lamanya. Kami pikir tak ada tanda-tanda kehidupan di Mars untuk sekarang," kata Pike.

Sumber: National Geographic Indonesia
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Bintang Paling Dingin Ditemukan


Para astronom menemukan 14 bintang terdingin yang masuk dalam kelompok Katai Coklat, benda angkasa yang juga disebut bintang gagal sebab punya massa terlampau kecil untuk bisa mendukung reaksi fusi sehingga tidak bisa bersinar miliaran tahun layaknya Matahari. Kini, dengan peralatan yang sama Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA, astronom berhasil menemukan bintang yang lebih dingin dari sebelumnya, disebut WISE 1828+2650.

Saking dinginnya bintang ini, manusia bisa menyentuhnya tanpa takut terbakar, karena suhu pada bintang tersebut tidak lebih panas ketimbang api. WISE 1828+2650 ditemukan dalam pengamatan yang berlangsung antara Januari 2010 sampai Februari 2011. Katai coklat tersebut termasuk dalam famili katai Y. Temperatur atmosfer katai coklat ini lebih dingin dari temperatur ruangan Bumi, yang berarti kurang dari 25 derajat Celsius.

"Katai coklat yang ditemukan lewat penelitian ini lebih mirip dengan suhu oven Anda," kata Davy Kirkpatrick, salah satu ilmuwan yang bekerja dengan WISE di Infrared Processing and Analysis Center di California Institute of Technology, Pasadena, Amerika Serikat.

Penemuan katai coklat ini akan sangat membantu para astronom mempelajari bagaimana bintang terbentuk dan atmosfer di planet di luar Tata Surya. Atmosfer katai coklat menyerupai Jupiter namun lebih mudah dipelajari karena terdapat sendirian di antariksa, terpisah dari bintang induknya.

Bersama penemuan bintang terdingin ini, ilmuwan juga mengatakan bahwa ada 99 katai coklat lain yang ditemukan. Penemuan katai coklat secara keseluruhan dipublikasikan di Astrophysical Journal Supplement Series. Sementara penemuan Katai Y dipublikasikan di Astrophysical Journal baru-baru ini.

Hal yang menarik dari penemuan ini bukan hanya adanya bintang terdingin di jagat raya, tetapi juga adanya bintang-bintang yang letaknya relatif dekat dengan Tata Surya, hanya berjarak sekitar 9-40 tahun cahaya saja. Katai Y yang terdekat dengan Tata Surya adalah WISE 1541-2250 yang berjarak 9 tahun cahaya. Bintang ini menjadi bintang ketujuh terdekat dengan Tata Surya. Bintang yang terdekat dengan Tata Surya sendiri adalah Prima Centauri, hanya berjarak 4 tahun cahaya.

Michael Cushing dari Jet Propulsion Laboratory NASA, penulis utama paper katai Y di Astrophysical Journal mengatakan, "Menemukan katai Y di dekat Matahari kita seperti menemukan rumah tersembunyi di blok tempat Anda tinggal."

Cushing menambahkan, dengan WISE, astronom bisa menemukan lebih banyak lagi katai Y. Nantinya, mungkin bisa ditemukan katai Y yang letaknya jauh lebih dekat dari bintang terdekat dengan Tata Surya. Untuk menemukan katai Y, astronom selain menggunakan WISE juga memakai Spitzer Space Telescope yang menyeleksi lagi kandidat katai Y yang ditemukan. Astronom juga menggunakan Hubble Space Telescope. Katai Y diidentifikasi berdasarkan karakteristik spektralnya, menunjukkan bahwa temperaturnya lebih rendah dari katai coklat lain.

Sumber : kompas.com
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Penemuan Planet Baru di Rasi Scorpio


Sebuah planet yang diberi kode GJ 667Cc ditemukan mengorbit sebuah bintang kecil berwarna merah yang berjarak 22 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Scorpio. 

Planet yang memiliki permukaan bebatuan tersebut dijuluki Super Earth, dan memiliki kemungkinan untuk dapat dihuni oleh manusia. 

GJ 667Cc memiliki massa 4.5 kali lipat dari Bumi, dan telah diamati mengorbit pada bintang tersebut setiap 28 hari. 

Karena bintang merah itu relatif redup, GJ 667Cc hanya menerima cahaya yang sedikit, karenanya planet tersebut harus mendapatkan sumber cahaya dari bintang lain. 

"Jika planet itu memiliki atmosfer, maka siang hari akan seperti malam hari karena bintang tersebut benar-benar memancarkan warna merah," jelas Anglada-Escudé dari Institusi Ilmu Pengetahuan Carnegie di Washington.  Selain itu permukaannya yang berupa bebatuan mendukung tersedianya air dan adanya kehidupan. (Nationalgeographic).

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Planet Terbesar di Jagat Raya


Sebuah tim astronom internasional mengumumkan bahwa mereka telah menemukan planet ekstrasolar terbesardi jagat raya saat ini yang memiliki ukuran 70% lebih besar dari Jupiter. Planet baru yang dijuluki TrES-4 ini, sebenarnya kurang masif dari Jupiter. Dengan ukurannya yang jauh lebih besar tapi memiliki massa yang lebih rendah, maka para ilmuwan menyimpulkan mungkin planet tersebut mengembang.

Penemuan TrES-4 dirilis oleh para astronom yang bekerja dengan Exoplanet Survey Trans-atlantic. Ini adalah jaringan teleskop otomatis kecil di Arizona, California, dan Kepulauan Canary yang dirancang untuk berhati-hati mengukur jumlah cahaya yang berasal dari bintang-bintang. Sebuah peredupan berkala dan cerah merupakan kandidat transit planet, mengubah cahaya dari bintang ketika mereka bergerak.

TrES-4 memiliki kerapatan 0,2 gram per sentimeter kubik. Ternyata ini kurang dari kepadatan kayu balsa yang mudah mengapung di air. Planet ini sekitar 1.400 tahun cahaya jaraknya dan mengorbiti bintang dalam 3,5 hari. Hal ini menempatkan planet ini ke dalam klasifikasi Jupiter panas, mengorbit hanya 7,2 juta kilometer (4,5 juta mil) dari bintang, dan suhunya mencapai 1.600°Kelvin (2.300 °F). 

Sumber: www.space.com
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Planet Paling Panas di Jagat Raya

Planet, WASP-33b

Kemajuan astronomi menguak satu demi satu rahasia langit. Berbagai temuan dihasilkan: di antaranya sejumlah planet mirip Bumi, lubang hitam (black hole), atau galaksi terbesar.

Para ilmuwan juga telah menemukan planet yang diselubungi gas yang dinamakan WASP-33b atau disebut juga HD15082. Dan belakangan terungkap, ini adalah planet paling panas yang pernah ditemukan. Bayangkan, suhu permukaan eksoplanet ini sampai 3.200 derajat Celcius atau lebih dari setengah suhu permukaan Matahari yang mencapai 6.000 derajat Celcius. 

Permukaan planet yang membara ini diketahui dari orbitnya yang dekat bintang mirip Matahari yang suhunya sampai 7.160 derajat Celcius. Letaknya 380 tahun cahaya di konstelasi Andromeda. 

Para astronom kali pertamanya menyadari eksistensi Planet WASP-33b pada tahun 2006, setelah beberapa kali mengobservasi fase redup bintang induknya. 

Ini menyebabkan planet yang besarnya 4,5 kali ukuran Yupiter itu mengorbit bintangnya kurang dari 7 persen dari jarak antara Merkurius ke Matahari. Sangat dekat. Planet WASP-33b menyempurnakan orbitnya setiap 29,5 jam. 

Berdasarkan hasil studi yang dipimpin Alexis Smith dari Keele University, Staffordshire, emisi thermal WASP-33b ditemukan menggunakan kamera inframerah di teleskop William Herschel di Canary Islands.

Terkuak, temperatur planet itu 9.00 derajat Celcius lebih panas dari planet berpredikat 'terpanas' sebelumnya di Galaksi Bima Sakti, yaitu WASP-12b. Planet tersebut berada 600 tahun cahaya dari Bumi hanya punya waktu 10 juta tahun lagi sebelum terbakar habis. 

Jaraknya yang dekat dengan bintangnya, membuat WASP-12b mencapai suhu 2.300 derajat Celcius. Sekali mengorbit, planet ini memerlukan waktu 1.1 hari.

Sumber: VIVAnews
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Terdapat Banyak Planet Intan di Jagat Raya


Satu penelitian berhasil menyimpulkan bahwa sejumlah bintang di Galaksi Bima Sakti menjadi pusat orbit planet-planet terestrial raksasa yang mengandung hingga 50 persen intan. Meski planet-planet itu kemungkinan ada, dipastikan tak akan ditemui kehidupan seperti di Bumi.

Penemuan ini dihasilkan dari eksperiman laboratorium di Universitas Ohio di mana para peneliti merekayasa suhu dan tekanan pada mantel Bumi untuk meneliti bagaimana intan terbentuk.

Tujuan utamanya adalah memahami apa yang terjadi pada karbon dalam planet-planet di sistem tata surya lain dan apakah sistem tata surya yang kaya karbon itu bisa menghadirkan planet-planet yang sebagian besar berunsur intan.

Wendy Panero, profesor Ilmu Bumi pada Universitas Ohio dan mahasiswa program doktoral Cayman Unterborn, menggunakan apa yang mereka pelajari dari eksperimen untuk mengkonstruksikan model komputer dari mineral-mineral yang terbentuk di planet-planet berkarbon lebih banyak dibandingkan Bumi.

"Hasilnya adalah planet-planet yang massanya 15 kali massa planet Bumi, kemungkinan setengahnya terbuat dari intan," kata Unterborn. 

"Hasil penelitian kami ini sungguh mengejutkan, karena menunjukkan planet-planet kaya karbon itu terbentuk bersama kerak dan mantel planet, seperti terjadi pada Bumi," imbuh Panero. "Kendati begitu, inti planet tampaknya amat kaya karbon --kebanyakan seperti baja-- dan mantel planet bisa juga didominasi oleh karbon yang kebanyakan terdiri dari intan."

Bagian terbesar dari inti planet Bumi sendiri terdiri dari besi, sedangkan mantelnya banyak terdiri dari mineral berbasis silika, hasil dari elemen-elemen dalam awan debu yang terbentuk dalam sistem tata surya kita. 

Planet-planet yang terbentuk dalam sistem tata surya kaya karbon itu akan merunut rumus kimia berbeda-beda yang berdampak langsung pada kemungkinan adanya kehidupan.Energi panas (geotermal) yang dihasilkan inti Bumi membuat planet kita bisa didiami kehidupan.

Intan memang penghantar panas yang tinggi, namun inti planet superkarbon itu juga bisa dengan cepat membeku. Artinya di planet-planet ini tak ada energi panas (geotermal), tak ada lempeng tektonik, dan akhirnya tak ada medan magnet atau atmosfer. "Kami perkirakan sebuah planet intan adalah tempat yang sangat dingin dan gelap," kata Panero.

Panero dan mantan mahasiswanya Jason Kabbes memusatkan perhatian pada sampel kecil besi, karbon dan oksigen untuk menghasilkan tekanan 65 gigapascal dan suhu 2.400 Kelvin (setara dengan 9,5 juta pound per inci persegi dan 3.800 derajat Fahrenheit yang mirip dengan kondisi bagian dalam Bumi).

Ketika semua itu diamati lewat mikroskop, maka oksigen diikat besi untuk menghasilkan oksida besi --sejenis karat-- dan meninggalkan kantong-kantong karbon murni yang lalu menjadi intan.

Berdasarkan data hasil tes itu, para peneliti menciptakan pemodelan via komputer bagian dalam Bumi, dan memverifikasi apa yang para geologis telah lama duga bahwa lapisan kaya intan mungkin ada di mantel terdalam Bumi, tepat di atas inti Bumi.

Hasil itu bukan hal yang mengejutkan. Namun ketika para peneliti memodelisasi apa yang akan terjadi ketika hasil penelitian ini diterapkan pada komposisi sebuah planet superkarbon, para peneliti mendapati kesimpulkan bahwa planet itu bisa saja sangat besar di mana besi dan karbon bergabung membentuk semacam baja karbon di inti planet, dan berlimpah karbon murni dalam mantel guna membentuk intan.

Para peneliti mendiskusikan implikasi-implikasi hasil penelitian ini terhadap ilmu keplanetan. "Hingga kini, lebih dari lima ratus planet telah ditemukan di luar sistem tata surya kita, tapi tetap saja kita hanya mengetahui sedikit tenang susunan bagian dalam planet-planet itu," kata Unterborn yang calon astronom ini.

"Kami tengah mengamati serentan apa unsur-unsur seperti hidrogen dan karbon berinteraksi dalam Bumi, karena ketika unsur-unsur ini terikat dengan oksigen, maka Anda mendapatkan atmosfer, anda mendapatkan samudera, anda mendapatkan kehidupan," kata Panero. "Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengkompilasi serangkaian kondisi yang penting bagi satu samudera untuk membentuk satu planet."

Mekanisme ini bertolak belakang dengan penemuan terakhir dari satu tim peneliti lainnya yang menemukan sesuatu yang disebut "planet intan" yang sebenarnya sisa dari sebuah bintang mati dalam satu sistem tata surya.

Penelitian Universitas Ohio memperlihatkan bahwa planet-planet intan terestrial sejati bisa terbentuk di galaksi kita. Berapa banyak persisnya ada di luar sana dan kemungkinan komposisi internalnya masih menjadi bahan perdebatan yang salah satunya hendak dipecahkan astronom Jennifer Johnson dari Universitas Ohio.

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Capella Bintang Kembar di Langit Utara

Ilustrasi, by barewalls.com


Capella, adalah bintang paling terang dalam rasi Auriga. Di langit malam Capella merupakan bintang paling terang keenam serta bintang ketiga di langit belahan utara setelah Arcturus dan Vega. Sebenarnya Capella merupakan sebuah bintang ganda yang terdiri atas dua bagian saling edar setiap 104 hari.

Bintang ganda ini adalah sepasang bintang yang dihubungkan oleh gravitasi. Sebagian besar pasangan tampak sebagai bintang tunggal bagi mata telanjang, tetapi dapat terlihat terpisah dengan teleskop. Namun beberapa diantaranya begitu saling dekat sehingga adanya pasangan hanya dapat disimpulkan dari analisa cahaya gabungan keduanya. Dalam beberapa pasangan bintang, mereka secara berkala saling menghalangi. Maka dapat kita simpulkan bahwa Capella merupakan sebutan untuk sepasang bintang tertentu.

Bintang ini berukuran raksasa berwarna kuning dengan temperatur kurang lebih sama dengan Matahari. Menurut para ilmuwan ukuran Capella lebih besar 10 kali dibanding Matahari serta memiliki massa 2,5 kali massa Matahari. Kecemerlangan bintang kembar ini yaitu 50 kali, sementara pasangannya 80 kali dari matahari.

Bintang yang terletak di rasi Auriga ini tergolong sebagai bintang ganda "dekat", dimana sifat kegandaannya tidak dapat diamati melalui teleskop. Keduanya saling mengedari dalam jarak 60 juta mil atau kira-kira dua pertiga jarak Bumi dan Matahari dengan jarak salah satu yang terdekat dengan bumi adalah 42 tahun cahaya.

Kedua bintang ini sedang mendekati tahap pendinginan yang akan mendekati tahapan sebagai bintang raksasa merah. Ini menunjukan Capella sedang menanti ajalnya karena pembakaran hidrogen pada intinya telah memasuki fase berahir.

Capella dikenal juga sebagai salah satu bintang sumber sinar X. Diduga, hal ini berasal dari aktifitas magnetik serupa dengan yang terjadi pada permukaan Matahari kita, namun masih belum dapat dipastikan antara keduanya bintang mana yang memancarkan sinar X tersebut.

Di belahan lagit sebelah utara, Capella bersinar hampir tepat diatas kepala pada setiap musim dingin. Sedangkan Arcturus sebagai bintang paling cemerlang pada rasi tersebut muncul pada musim semi disertai Vega pada musim panas. Walaupun ketiganya terlihat sama cemerlang, namun sebenarnya agak berbeda dalam penampakan maupun sifat-sifatnya. Arcturus relatif dingin dengan warna jingga, sementara Vega lebih panas dengan warna putih, sedangkan Capella sendiri berwarna kekuningan dengan temperatur menengah di antara keduanya.

Refrensi: Wikipedia, syi'ra.hasya, & Space Astronomy
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Bumi Memiliki Dua Buah Bulan, Benarkah?


Tidak hanya memiliki satu, tapi bahkan dua buah bulan yang dimiliki oleh bumi kita. Menurut sebuah penelitian, para pakar astronomi berhasil menemukan sebuah benda dengan masa berisi titanium dan berwarna putih.

Awalnya para pakar menduga bahwa benda tersebut merupakan bangkai dari satelit buatan manusia yang telah rusak. Namun dugaan sementara para pakar astronomi ini ternyata telah keliru, setelah berhasil dipastikan, ternyata benda itu adalah sebuah bulan yang berotasi mengelilingi bumi. Bulan baru tersebut kemudian diberi nama 2006 RH120.

Tapi tunggu dulu, ukuran 2006 RH120 sebagai sebuah bulan bagi bumi memang dianggap terlalu amat sangat kecil sekali karena ukuran 2006 RH120 hanya beberapa meter saja. Meski demikian 2006 RH120 tetap setia berotasi mengelilingi bumi sepanjang masa seperti bulan yang telah kita ketahui sebelumnya, itulah sebabnya, para pakar astronomi menganggap 2006 RH120 adalah sebuah bulan.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang 2006 RH120, para pakar astronomi tidak dapat menerbangkan satelit ke benda itu mengingat ukuran yang dimiliknya sangat kecil, jadi, kita tunggu saat 2006 RH120 berotasi mendekati bumi dan kita akan lebih mudah melakukan penelitian terhadapnya.

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Misteri-Misteri Tentang Bulan


Usia Bulan:
Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih keras diatas:
Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan . Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan:
Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

Air menguap:
Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran bulan = Matahari?
Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

Orbit yang aneh:
Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung. Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum di yakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap hari nya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

Asal usul bulan:
Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi. Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

Bulan adalah kapal luar angkasa?
Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuni nya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya cahya adan benda benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.

Sumber: autoblogsaya.com
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Medan Magnet di Bintang Vega


Bintang Vega,
Sumber: Wikipedia
Vega merupakan bintang yang sangat terkenal di kalangan astronom profesional dan amatir. Bintang ini terletak di rasi Lyra, dan berjarak sekitar 26 tahun cahaya dari Bumi. Vega merupakan bintang kelima paling terang di langit malam dan menjadi bintang palin terang kedua di langit belahan utara. Selama ini Vega juga sering digunakan sebagai referensi dalam membandingkan kecemerlangan bintang.

Vega sendiri berotasi sangat cepat di banding dengan matahari yaitu kurang dari sehari dimana Matahari berotasi selama 27 hari. Karena rotasinya yang sangat cepat menyebabkan terjadinya gaya sentrifugal yang kuat yaitu gaya yang arahnya keluar dan terjadi pada benda yang bergerak pada bidang lengkung. Karena rotasinya yang sangat cepat, dapat memipihkan kutubnya dan menghasilkan temperatur yang bervariasi  sampai melebihi 1000 derajat celcius di antara kutub tersebut dan area ekuator permukaan. Vega juga dikelilingi oleh piringan debu yang tidak homogen, hal ini mengindikasikan mungkin ada planet di sana.

Kali ini, para astronom menganalisa polarisasi cahaya yang dipancarkan dan mendeteksi medan magnet lemah di permukaannya. Memang bukan sebuah kejutan karena diketahui gerakan partikel-partikel bermuatan di dalam bintang dapat menimbulkan medan magnet dan dengan cara inilah medan magnet Matahari dan bumi dihasilkan. Namun untuk bintang yang lebih padat dari Matahari seperti Vega, model teoretik tidak dapat memprediksikan intensitas dan struktur medan magnetnya. hal ini menjadikan para astronom tidak memiliki petunjuk terhadap kekuatan sinyal yang sedang mereka cari tersebut. Setelah percobaan yang gagal selama beberapa dekade lalu, dengan menggunakan NARVAL spectropolarimeter bersensitivitas tinggi yang dipasang di teleskop Bernard-Lyot (Observatorium Pic du Midi, Perancis), akhirnya sebuah keberhasilan dapat dicapai dan medan magnet di bintang Vega untuk pertama kalinya berhasil dideteksi.

Kekuatan medan magnet Vega berkisar 50 mikro-tesla, hal ini menunjukan kekuatan yang setara dengan rata-rata medan magnet antara Bumi dan Matahari. Tujuan pertama dari peneitian ini adalah untuk membuka jalan dalam melakukan studi asal usul medan magnet di bintang padat.

Medan magnet memang ada namun belum terdeteksi di banyak bintang lain. Dari penemuan ini para ilmuwan yakin dapat menjadikannya sebagi langkah kunci dalam memahami medan magnet bintang dan pengaruhnya dalam evolusi bintang tersebut.


Refrensi: Astronomy, wikipedia
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel