Karya Seni Jalanan Yang Begitu Memukau

Catatan Herry | Ehmph, ketemu lagi sob, udah lama ne Admin gak posting artikel disebabkan kesibukan luar biasa di dunia nyata. ehm, tapi sebisa mungkin Admin bakal ngeluangin waktu buat Sobat semua. he 3x . . .
Ok, kali ini saya akan membagikan karya seni jalanan yang begitu memukau, begitu alami. Langsung aja di intip sob . . . . =P

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Hiduplah Seperti Pensil


Aku baru saja pulang dari sekolah. Sewaktu memasuki rumah, ku lihat Ibu tengah asyik menulis sesuatu dengan sebatang pensil. Dengan perasaan sedikit penasaran, aku lalu menghampiri Ibu dan bertanya. "Ibu sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaanku yang tiba-tiba, Ibu sedikit terkejut dan berhenti menulis, "Oh kamu sudah pulang rupanya?, Ibu sedang menulis tentang kamu nak."

"Oh... ya, Ibu menulis apa tentang Rani?" tanyaku lagi dengan perasaan yang semakin penasaran.

"Bukan hal yang penting, Ibu hanya menulis cita-citamu yang dulu pernah kamu ucapkan kepada Ibu. Ibu berharap dalam usaha meraih cita-citamu itu, kamu dapat mengingat pensil yang Ibu gunakan untuk menulis ini."

"Apa maksudnya Bu, mengapa Rani harus selalu mengingat pensil itu? Lagipula pensil itu terlihat biasa saja, sama seperti pensil lainnya."

Dengan tersenyum Ibu menjawab, "Kamu betul anakku, tapi apakah kamu tahu di balik pensil ini sebenarnya tersimpan kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup?"

"Rani jadi semakin bingung, maukah Ibu menjelaskannya kepada Rani?" tanyaku dengan bingung.

"Tentu saja anakku," jawab Ibu dengan penuh kasih."Ingatlah bahwa dari sebuah pensil kayu yang amat sederhana ini tersimpan 5 kualitas. Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Sama seperti manusia, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan."

"Bagaimana, apakah kamu suadah mengerti sekarang?" tannya ibu sambil menatap mataku.

"Iya Bu, Rani sekarang mengerti maksud Ibu. Terimakasih Bu karena telah mengingatkan Rani." jawabku dengan haru.

Aku lalu beranjak menuju kamar dan meninggalkan Ibu melanjutkan tulisannya. Hari itu aku mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga dari Ibu. Dalam hati aku berkata "Akan kutuliskan semua kisah hidupku ini dengan sebuah pensil 5 kualitas."

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Tersenyum


Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah. Kelas terakhir yang saya ambil adalah sosiologi. Dosen kami adalah seorang yang sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhirnya diberi nama "Tersenyum". Seluruh mahasiswa diminta untuk pergi keluar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. 

Saya adalah seorang yang mudah bersahabat, selalu tersenyum pada setiap orang, dan menyapa "hallo". Saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. Segera setelah menerima tugas itu, saya bersama suami dan anak bungsu saya pergi ke restoran McDonald's. Waktu itu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. 

Kami berdiri dalam antrian menunggu untuk dilayani. Tiba-tiba semua orang di sekitar kami menyingkir, bahkan suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali. Suatu perasaan panik menguasai diri saya. Saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir. Ketika itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat. Tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma. 

Ketika saya memandang laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri dekat dengan saya, ia "tersenyum". Matanya berwarna biru langit indah seakan berharap untuk dapat diterima. "Good day," katanya sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. 

Lelaki yang kedua berdiri di belakang temannya. Tangan bergerak-gerak aneh. Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita keterbelakangan mental. Sedangkan lelaki bermata biru adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka. Wanita muda di counter menanyai pesanan lelaki itu. Yang lalu dijawabnya, "Kopi saja, nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. Asal tahu saja, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, kita harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan. 

Kemudian saya benar-benar merasakan desakan yang sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Tetapi saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya. Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan pada saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. 

Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu di atas meja. Saya menyentuh tangan tangan dingin lelaki bermata biru itu. Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang ia berkata "Terima kasih." Saya menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan." 

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk, suami saya tersenyum dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan. Saat itu kami tahu bahwa hanya karena rahmat-Nya lah kami dapat memberikan sesuatu pada orang lain. Hari itu, cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah ditunjukkan pada saya. 

Saya kembali ke kampus, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini di tangan. Saya menyerahkan "proyek" itu dan dosen membacanya. Kemudian ia memandang saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk perlahan. Kemudian ia meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan. 

Dengan caraku sendiri saya telah menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari. "Penerimaan Tanpa Syarat". 

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk "Mencintai Sesama Dan Memanfaatkan Benda-Benda. Bukannya Mencintai Benda Dan Memanfaatkan Sesama."

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Boneka Danbo Make Blackberry

Catatan Herry | Hai Sobat danbo, danbo lagi update status nih di blackberry. Sepertinya gadget satu ini merupakan salah gadget yang terbanyak menggunakannya di Indonesia.

Photo Boneka Danbo dan BB

Orang-orang suka banget menggunakan blackberry, karena kemampuannya dalam konektivitas, ya danbo jadinya bisa terkoneksi terus dengan teman-teman danbo melalui BBM, FB, email ataupun twitter.

Enaknya pake BB, kita akan terus terkoneksi dengan internet, jadi terima email atau notifikasi dari account social networking kita seperti layaknya SMS.

Kalau dulu BB boros banget ama baterai karena harus selalu tekoneksi dengan internet, tapi saat ini baterai BB bisa bertahan lama, hampir sama dengan handphone lainnya.

readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Boneka Danbo Baca Al Quran

Catatan Herry | Hai Sobat Danbo semua, kali ini danbo lagi baca Al Quran nih..Ikutan Yuk . . .

Boneka Danbo Membaca Al Quran 1

Buat Sobat danbo yang muslim, harus rajin nih baca Al-Quran, karena Al-Quran adalah kitab suci umat muslim, merupakan pedoman hidup kita semua sob.

Boneka Danbo Membaca Al Quran 2

Boneka Danbo Membaca Al Quran 3

Danbo aja Rajin Baca Al-Quran, sobat semua juga harus rajin ya?.
readmore »»   http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel